Kisah Misteri: Nameless Thing of Berkeley Square

By: Berawan Blogger - September 30, 2023

Baca Juga

Daftar Isi [Tampilkan]

Jika Anda bertanya tentang tempat paling angker di kota London, maka jawaban yang paling sering anda dengar adalah '50 Berkeley Square'. Sebab bangunan tersebut merupakan tempat bermulanya kisah misteri mengenai sosok penampakan makhluk misterius yang dijuluki sebagai "Nameless Thing of Berkeley Square". Mahkluk tersebut dilaporkan terlihat pada abad ke 18 dan 19.

Meskipun begitu, Berkley Square dapat dikatakan ikut berkontribusi sebagai lambang kesuksesan dan kesejahteraan kota London. Karena lingkungan tersebut di huni oleh orang-orang terpandang, atau bangsawan bergelar.

Latar Belakang 50 Berkeley Square


Gedung 50 Berkeley Square dibangun pada tahun 1740, oleh seorang arsitek terkenal yang bernama William Kent. Menurut catatan sejarah, bangunan ini nantinya akan dihuni oleh beberapa orang terkemuka, seperti Perdana Menteri George Canning dan Winston Churchill.

Perdana Menteri George Canning pernah tinggal di kompleks ini dari tahun 1770 sampai ia tutup usia pada tahun 1827. Setelah itu, bangunan ini dimiliki oleh Honorable Elizabeth Curzon yang juga tinggal di kompleks tersebut sampai hari kematiannya pada tahun 1859, di usia 91 tahun . 

Katanya, kisah-kisah menyeramkan sudah mulai bermunculan ketika Nyonya Curzon masih tinggal disana pada tahun 1840.

Sepeninggal Nyonya Curzon, bangunan tersebut kemudian dibeli oleh seorang pria aneh yang dikenal sebagai Thomas Myers. Kala itu, dia baru saja ditolak oleh tunangannya dan itu menyebabkan kondisi mentalnya jadi sedikit terganggu. 

Menurut ceritanya, Myers kadang berperilaku aneh pada malam hari. Dia juga hampir tidak pernah keluar rumah, dia akan tidur di siang hari dan terjaga pada malam harinya. Pria itu dilaporkan suka mondar-mandir pada malam hari di dalam rumahnya, dan membuat suara-suara aneh yang membuat para tetangga maupun orang lewat jadi merasa takut. Kebiasaan Myers ini akan menambah kisah-kisah menyeramkan mengenai 50 Berkeley Square.

Kemudian pada tahun 1773, Myers secara tiba-tiba berhenti membayar pajak, sehingga seorang agen pajak mendatangi bangunan tersebut. Namun, ketika ia melihat kondisi didalam bangunan itu yang tampak tidak terawat, ia memutuskan untuk tidak lagi memungut pajak atas bangunan itu.

Pada tahun berikutnya, Myers dikabarkan telah meninggal dunia dan bangunan tersebut diwariskan kepada saudari perempuannya. Namun, kondisi bangunan yang tidak terawat dan rusak parah membuatnya enggan untuk tinggal disana. Akhirnya, 50 Berkeley Square dibiarkan terbengkalai begitu saja sampai tahun 1884.

Sejak saat itu, cerita-cerita menyeramkan mengenai 50 Berkeley Square terus bertambah. Konon katanya, bagian lantai atas bangunan itu dihantui oleh arwah seorang wanita muda. Wanita muda ini dikatakan telah melakukan bunuh diri dengan melompat dari jendela. Kemudian arwah wanita itu bergentayangan sebagai sosok kabut berwarna cokelat.

Kisah lainnya menceritakan tentang seorang pemuda yang dikurung di lantai atas bangunan tersebut, sehingga dia akhirnya menjadi gila. Arwahnya dikatakan menghantui loteng tersebut. Ada pula yang mengatakan bahwa lantai atas bangunan tersebut dihantui oleh arwah seorang gadis kecil yang mengenakan rok Skotlandia.

Penampakan Nameless Thing of Berkeley Square


Pada tahun 1840, kisah-kisah menyeramkan mengenai Berkeley Square telah sampai ke telinga seorang pemuda terpelajar berusia 20 tahun, yang bernama Robert Warboys. Saat itu, Warboys dan teman-temannya tengah berkumpul di salah satu kedai minum di Holborn. Ketika rumor mengenai bangunan No. 50 Berkley Square diceritakan, Warboys yang juga ikut mendengarkan kemudian menganggap cerita itu hanya sebuah kebodohan dan konyol.

Menanggapi sikap skeptis Warboys, teman-temannya lalu memberikan dia sebuah tantangan untuk bermalam lantai dua bangunan tersebut. Dengan angkuh, ia langsung menerima tantangan itu.

Malam itu, dia langsung menuju ke 50 Berkeley Square dan meminta izin kepada penjaga untuk bermalam di rumah itu. Awalnya penjaga itu sempat menolak permintaan Warboys beberapa kali, tetapi pada akhirnya penjaga tersebut mengizinkannya.

Selanjutnya, Warboys menaiki tangga menuju ke kamar tidur di lantai dua dengan berbekal sebuah pistol dan juga sebatang lilin. 

Pada awalnya, keadaan di bangunan tersebut terasa tenang-tenang saja. Namun, sekitar 45 menit kemudian, suara keributan dari lantai dua telah membangunkan si penjaga dari tidurnya. Beberapa saat kemudian, suara letusan pistol terdengar. Merasa khawatir, ia segera beranjak dan berlari cepat menuju ke lantai atas. 

Sesampainya dia didepan pintu kamar tempat Warboys bermalam, pandangannya langsung terpaku kepada sosok Warboys yang telah terbujur kaku, tangannya masih memegang erat pistolnya, ujung pistol itu masih mengeluarkan asap seolah baru saja digunakan. Dan bisa dipastikan bahwa Warboys telah kehilangan nyawanya.

Yang lebih menyeramkan adalah ekspresi wajahnya yang aneh, giginya mengatup rapat, dan kedua matanya melotot tampak seperti orang ketakutan. Seolah ia telah bertemu dengan sosok yang sangat mengerikan, sehingga dia tewas karena rasa takut yang luar biasa.

Hal yang masih menjadi msiteri dalam kisah Warboys adalah ditemukannya beberapa lubang di dinding, diduga disebabkan oleh peluru yang saat itu ditembakkan dari pistolnya.

Pertanyaannya adalah apa yang telah ditembaknya saat itu?

Selanjutnya, ada kisah lain mengenai dua orang pelaut dari HMS Penelope yang tengah menghabiskan waktu luang mereka di London. Robert Martin dan Edward Blunden adalah nama dari dua pelaut tersebut, mereka sama-sama dalam keadaan mabuk ketika secara kebetulan mereka mendobrak masuk ke dalam bangunan No. 50 Berkeley Square yang kala itu sudah tidak berpenghuni. Karena kondisi lantai basement terlalu lembap untuk dipakai beristirahat, mereka memutuskan untuk naik ke lantai atas. Kebetulan sekali, mereka sampai di kamar yang sama yang dulu ditempati oleh Sir Robert Warboys.

Baru saja memasuki kamar tersebut, Blunden langsung merasakan kehadiran 'sesuatu' yang membuatnya gelisah. Namun, Martins tidak menanggapinya dan mulai membuka jendela untuk membiarkan udara segar masuk.

Tak lama kemudian, dua orang pelaut itu pun tertidur, tetapi Blunden terbangun sekitar satu jam kemudian pada waktu tengah malam. Suara berderit pintu menarik perhatiannya, meski dalam kondisi yang masih megantuk, Blunden mencoba melihat dengan seksama sosok aneh berwarna abu-abu yang merayap dengan lambat memasuki kamar tersebut. 

Merasa sangat ketakutan Blunden segera membangunkan Martin. Martin yang baru terbangun segara menyadari kehadiran makhluk tersebut. Kemudian, makhluk itu terlihat berdiri dan di belakangnya terdapat pintu kamar yang menjadi satu-satunya harapan mereka untuk kabur.

Ketakutan yang dirasakan Blunden sudah tidak tertahan lagi, sambil melirik ke arah senapannya yang tergeletak dekat jendela. Dia mencoba untuk meraihnya, tapi tiba-tiba makhluk itu langsung melompat ke arah Blunden. Blunden yang panik, mulai berteriak dan bergulat hebat dengan makhluk itu.

Melihat kesempatan itu, Martin langsung saja berlari keluar kamar, menuruni tangga dengan tergesa-gesa, sampai akhirnya ia berhasil keluar bangunan. Ketika sedang mencari pertolongan, ia berjumpa dengan seorang polisi yang sedang berpatroli di lingkungan tersebut.

Bersama dengan polisi tadi, Martin segera kembali ke bangunan itu, tetapi mereka tidak menemukan siapapun di dalam kamar. Kemudian, mereka mulai mencari ke seluruh bangunan dan saat sampai di basement, mereka menemukan Blunden yang sudah tidak bernyawa dengan kondisi tubuh yang terpotong-potong dan wajahnya tampak seperti orang yang ketakutan.

Versi lain dari cerita ini mengatakan kalau Blunden tidak tewas di basement, melainkan tewas karena jatuh dari jendela. Walaupun memiliki banyak versi cerita yang berbeda, tidak mengubah kecurigaan bahwa ada sesuatu yang mengerikan yang mendiami 50 Berkeley Square.

Cerita selanjutnya datang dari Thomas Lyttleton. Dia beberapa kali melihat sosok yang aneh yang selalu ada di pojokan kamar ataupun seklebat lewat di ujung matanya tatkala dia terlelap. Dia bahkan mengaku bahwa dia pernah mencoba menembaki makhluk itu dengan senapan, namun tidak pernah berhasil membunuhnya. Sir Lyttleton juga mengatakan bahwa makhluk itu memiliki bentuk yang tidak jelas dan mengeluarkan cairan lengket. Dia menggambarkan bentuk makhluk itu hampir mirip seperti spesies gurita.

Makhluk apakah itu sebenarnya?


Harry Price merupakan seseorang yang telah meneliti kasus ini secara intensif pada tahun 1920-an. Dia telah menemukan beberapa fakta menarik seputar 50 Berkeley Square. Salah satunya adalah bahwa sebelum tahun 1790, bangunan itu ternyata pernah dijadikan markas oleh para pemalsu dokumen.

Fakta ini telah memunculkan spekulasi yang menyatakan bahwa kisah angker gedung itu mungkin telah sengaja disebarkan oleh para pemalsu tersebut agar tidak ada orang yang berani mendekati gedung tersebut dan memergoki aktifitas illegal mereka. Namun, ketika Price meneliti kasus ini lebih dalam lagi, ia justeru menemukan banyak kesaksian dan dokumentasi mengenai penampakan sosok Nameless Thing.

Salah satunya terdapat pada sebuah artikel di majalah "Notes and Queries" yang ditulis oleh W.E Howlett yang diterbitkan pada tahun 1870. 

Setelah menemukan begitu banyak dokumentasi, Price hanya bisa mengambil kesimpulan kalau memang ada kejadian misterius yang terjadi di bangungan No. 50 Berkeley Square pada tahun 1800-an. Namun apapun itu, ia percaya kalau semua itu telah berakhir sekarang.

Memang, setelah bangunan tersebut direnovasi dan telah ditempati oleh pemilik baru. Tidak ada lagi laporan mengenai kejadian-kejaidan aneh di bangunan itu setelah tahun 1887. 

Akhirnya sekitar tahun 1930-an, Maggs Brothers membeli Bangunan No. 50 Berkeley Square dan mengubahnya menjadi toko buku antik.

Akan tetapi, Maggs Brothers memilih untuk menyegel akses ke lantai dua. Bahkan mereka telah memasang papan pemberitahuan untuk mengingatkan para staf yang bekerja disitu untuk tidak naik ke lantai atas.

Show comments
Hide comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar