Kisah Keith Sapsford: Pemuda yang Terjatuh dari Kompartemen Roda Pesawat

By: Berawan Blogger - Oktober 01, 2023

Baca Juga

Daftar Isi [Tampilkan]

Pada tanggal 22 Februari 1970, seorang fotografer amatir yang bernama John Giplin, secara tidak sengaja telah mengabadikan sebuah momen tragis, dimana ada seorang pemuda yang terjatuh dari kompartemen roda pesawat. John kala itu sedang berada di bandara Sydney dan tengah memotret pemandangan disekitar sana, termasuk beberapa pesawat yang lepas landas.

Satu minggu kemudian, ketika dia telah selesai mencetak hasil fotonya itu, ia terkejut ketika menemukan ada objek aneh pada salah satu foto hitam-putih yang dicetaknya. Setelah dilihat dengan saksama, ternyata objek tersebut merupakan seorang manusia! 

Masalahnya adalah pesawat yang dia potret pada saat itu, tengah dalam kondisi lepas landas di ketinggian 200 kaki. 

John Giplin baru menyadari bahwa ia telah memotret saat-saat terakhir dari seorang pemuda yang terjatuh dari pesawat tersebut.

Terus, siapa sebenarnya pemuda yang ada didalam foto tersebut?

Kisah Pemuda yang jatuh dari Pesawat


Setelah diselidiki, dapat diketahui bahwa identitas pemuda tersebut adalah seorang remaja berusia 14 tahun yang bernama Keith Sapsford. Dia lahir pada tahun 1956 dan dibesarkan di daerah Randwick, Sydney, Australia. Ayahnya yang bernama Charles Sapsford merupakan seorang dosen teknik mesin dan industri di sebuah Universitas di negara tersebut. Charles menggambarkan Keith sebagai sosok yang penuh rasa ingin tahu dan selalu memiliki hasrat yang besar untuk berpetualang.

Meskipun Keith dan keluarganya pernah melakukan perjalanan ke luar negeri untuk memuaskan hasrat petualangannya itu. Sayangnya, itu tidak belum cukup untuk Keith, dan setelah mereka kembali ke Australia. Keith langsung merasakan kekosongan yang luar biasa. Dia terus mengatakan bahwa dia ingin bepergian lagi, dia juga sempat mengatakan bahwa dia terlahir untuk hal itu. Sederhananya, dia merasa gelisah di Australia.

Karena bingung harus melakukan apa, kedua orang tuanya memutuskan untuk mengirim Keith ke Sekolah Asrama Katolik yang dikenal sebagai "Boys' Town". Sekolah ini terkenal dalam menangani anak-anak yang bermasalah, terutama bagi mereka yang mengalami masalah kedislipinan. Karena itulah, orang tua Keith berharap agar sekolah tersebut dapat membantu menghilangkan hasrat berpetualang anak mereka.

Sayangnya, mereka seolah meremehkan jiwa petualang Keith, hingga suatu hari dia memutuskan untuk melarikan diri. Padahal baru dua minggu berlalu sejak ia dititipkan disana. Ia diketahui telah kabur dan menyelinap ke landasan Bandara Sydney. Kemudian, ia masuk kedalam kompartement roda pesawat yang diketahui akan menuju ke negara Jepang.

Keamanan di bandara pada era itu tidak seketat pada era sekarang, sehingga tidak mengherankan jika ada seorang remaja yang dapat menyelinap ke landasan terbang. Bahkan sampai pesawat bertipe Douglas DC-8 itu lepas landas, tidak ada seorang pun yang menyadari kalau Keith Sapsford tengah berbaring dan menunggu di dalam kompartemen roda.

Sayangnya, pemuda itu sama sekali tidak mengetahui bahwa pintu kompartemen roda tempat ia berbaring nantinya akan terbuka saat pesawat sudah lepas landas, dan roda pesawat akan melipat masuk kembali ke badan pesawat. Alhasil, Keith Sapsford terjatuh dari ketinggian 200 kaki dan tewas ditempat.

Hasil Penyelidikan Pihak Berwajib


Setelah peristiwa itu, mereka memanggil ahli forensik untuk menyelidiki bagian dalam pesawat. Walaupun penyelidikan baru dapat dilakukan beberapa hari kemudian karena pesawat sudah lepas landas.

Saat menyelidiki bagian dalam kompartemen roda tersebut, petugas menemukan ada jejak tangan dan jejak kaki, serta terdapat benang yang berasal dari pakaian yang dikenakan oleh remaja bernasib malang itu. Dan dari bukti-bukti itu, siapapun dapat langsung menyimpulkan bahwa pemuda itu sempat berada didalam sana, sebelum akhirnya terjatuh.

Hal yang membuat segalanya menjadi lebih tragis adalah fakta bahwa tidak mungkin ada orang yang selamat jika menumpang didalam kompartemen roda, meskipun ia tidak terjatuh. Karena suhu di ketinggian langit yang begitu membekukan dan kadar oksigen yang semakin berkurang, akan membuat seseorang mati membeku atau kesulitan bernafas. Apalagi saat itu, Keith Sapsford diketahui hanya mengenakan kemeja lengan pendek dan celana pendek.

Ayah Keith percaya bahwa bukti-bukti yang ada menunjukkan pemuda tersebut mungkin juga sempat terhimpit oleh roda pesawat, ketika roda tersebut terlipat kedalam kompartemen.

Bahaya Menumpang di Kompartemen Roda


Pada tahun 2015 lalu, Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat mempublikasikan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kemungkinan untuk selamat dalam upaya "menumpang" di kompartemen roda pesawat adalah sangat tipis.

Contohnya ada pada kasus yang terjadi di tahun 2015, dimana dalam suatu penerbangan  dari Johannesburg ke London, ada seorang penumpang gelap yang dinyatakan selamat sampai tujuan. Meskipun dia harus segera dilarikan ke rumah sakit terdekat, karena mengalami komplikasi fisik yang cukup parah. Dia dikabarkan telah meninggal dunia, tidak lama setelah dirawat di rumah sakit.

Kasus lainnya terjadi pada tahun 2000, dimana ada seorang penumpang gelap yang menumpang dalam penerbangan dari Tahiti ke Los Angeles. Dia diketahui juga selamat sampai tujuan, meski harus mengalami hipotermia parah.

Menurut statistik, antara tahun 1947 dan 2012 tercatat ada sebanyak 96 orang yang pernah berupaya untuk "menumpang pesawat" di kompartemen roda. Dan dari 96 orang itu, 73 diantaranya dinyatakan meninggal dunia dan hanya 23 saja yang berhasil selamat.

Show comments
Hide comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar