Kasus Kematian Joyce Carol Vincent - Jasadnya Baru ditemukan 2 Tahun Setelah dia Meninggal

By: Berawan Blogger - Oktober 05, 2023

Baca Juga

Daftar Isi [Tampilkan]



Coba bayangkan diri Anda sebagai seorang petugas asosiasi perumahan yang ditugaskan untuk mendatangi sebuah apartemen, dimana penghuninya dilaporkan menunggak uang sewa selama 2 tahun.

Ketika Anda memasuki apartemen tersebut, kondisinya lumayan berantakan, di dekat pintu ada tumpukan surat yang sama sekali belum dibuka, sementara wastafelnya penuh dengan piring kotor. Kemudian, kamu mendengar suara TV dari arah ruang tamu yang menayangkan saluran BBC1. Dan terdapat setumpuk hadiah natal yang telah dibungkus rapi, menunggu untuk dikirimkan.

Jika TV masih menyala seperti itu, seharusnya penghuni kamar masih ada disana. Akan tetapi, kamu tidak dapat menemukannya. Terus, dimana dia?

Tentu saja, sang penghuni apartemen masih ada disana. Namun yang mengejutkan adalah dia sudah tidak bernyawa, kondisi jasadnya sudah membusuk dan tampak sangat mengerikan.

Ini adalah kisah nyata tentang penemuan mayat dari seorang wanita berusia 38 tahun yang tinggal di London. Dia bernama Joyce Carol Vincent.

Apa yang menjadi misteri adalah mengapa tak ada seorang pun yang menyadari kematiannya? Bukankah dia juga memiliki keluarga? Jika tidak, maka setidaknya masih ada teman atau kenalan, bukan?

Latar Belakang Joyce Carol Vincent


Joyce Carol Vincent lahir di Hammersmith, London, pada tanggal 19 Oktober 1965. Dia dibesarkan di daerah Fulham Palace Road. Orangtuanya merupakan warga asli Grenada yang beremigrasi ke London. Ayahnya yang bernama Lawrence merupakan seorang tukang kayu keturunan Afrika, sementara ibunya yang bernama Lyris adalah keturunan India.

Namun, Ibunya meninggal saat Joyce masih berusia 11 tahun, kemudian dia diasuh oleh keempat kakaknya. Dia pernah bersekolah di Melcombe Primary School dan Fulham Gilliatt School (sekolah khusus perempuan), tetapi ia putus sekolah pada saat ia masih berusia 16 tahun.

Pada tahun 1985, dia mulai bekerja sebagai seorang sekretaris di OCL (Overseas Containers Limited) di Kota London. Kemudian dia pindah kerja ke C.Itoh dan Law Debenture sebelum akhirnya bergabung dengan Ernst & Young, dimana dia bekerja di bagian departemen keuangan selama kurang lebih empat tahun. Namun, pada bulan Maret 2021, ia mengundurkan diri karena alasan yang tidak diketahui.

Tak lama setelah pengunduran dirinya itu, Joyce menghabiskan waktu di tempat perlindungan untuk korban KDRT di Haringey, dimana ia juga diketahui bekerja sebagai seorang petugas kebersihan di sebuah hotel murah. Selama masa itu, ia putus kontak dengan keluarga dan teman-temannya. Ada spekulasi yang mengatakan bahwa dia merasa malu menjadi korban KDRT.

Pada bulan Februari 2003, Vincent dipindahkan ke perumahan sosial di atas gedung Wood Green Shopping City. Perumahan tersebut dimiliki oleh Metropolitan Housing Trust dan digunakan untuk menampung para korban KDRT. Pada bulan November 2003, dia harus dilarikan ke Rumah Sakit karena mengalami muntah darah, dia kemudian di rawat selama dua hari setelah didiagnosis menderita tukak lambung.

Kematian Joyce Carol Vincent


Tak seorang pun dari keluarga maupun teman-teman Joyce yang mengetahui kondisinya setelah ia pindah apartemen, hingga pada tanggal 5 Januari 2006 ketika seorang petugas datang ke apartemennya untuk mengambil alih properti, mereka malah menemukan mayat Joyce Carol Vincent yang kondisinya sudah sangat mengerikan.

Mereka pun segera menghubungi pihak kepolisian. Pemeriksaan forensik pun dilakukan terhadap jasad Joyce. Hasilnya adalah ternyata Joyce Carol Vincent sudah meninggal pada sekitar bulan Desember 2003, itu artinya sudah dua tahun berlalu.

Kabar kematian Joyce Carol Vincent tersebut telah menimbulkan segudang pertanyaan, misalnya:

"Kenapa bisa ada orang sudah meninggal selama dua tahun, tetapi tidak seorangpun yang menyadarinya? Padahal itu termasuk apartemen yang padat, mengapa tak seorangpun merasa curiga?"

Apakah keluarganya tidak ada yang mengkhawatirkan dia setelah dia tidak bisa lagi dihubungi? Dan yang paling aneh adalah, memangnya tidak ada satupun dari mereka yang datang untuk menjenguk keadaannya.

Usut punya usut, ternyata tetangga Joyce tidak terlalu mengenalnya, sehingga mereka tidak menyadari saat keberadaanya benar-benar tidak terlihat lagi. Apalagi perumahan sosial itu mayoritas ditempati oleh para pekerja yang berangkat pagi pulang malam, serta sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

Meskipun mereka mengakui bahwa mereka sempat beberapa kali mencium bau busuk di sekitar lingkungan mereka. Tetapi, mereka cenderung bersikap cuek dan menganggap bahwa bau busuk itu mungkin berasal dari tempat sampah yang berada di bagian bawah apartemen.

Alasan mengenai teman-teman Joyce yang tidak menyadari bahwa dia sudah meninggal, karena dia memang tidak memiliki "teman dekat" yang sesekali akan menyempatkan diri untuk datang menjenguknya. Menurut teman-teman kerjanya, Joyce adalah tipe orang yang berhenti dari pekerjaan jika dia berselisih dengan salah seorang rekan kerjanya, dia bahkan sering berpindah-pindah tempat tinggal apabila merasa tidak nyaman dengan lingkungan sekitar.

Selain itu, Joyce Carol Vincent diketahui merupakan tipe orang yang jarang sekali menjawab panggilan telepon, bahkan jika itu datang dari nomor kakak-kakaknya sendiri.

Jangankan memiliki seorang teman yang benar-benar peduli padanya, dia cenderung memiliki teman-teman yang hanya "sekedar kenal" dengan dirinya.

Adapun alasan keluarga Joyce tidak pernah mencarinya adalah karena Joyce Carol Vincent, tampaknya juga sengaja memutuskan kontak dengan keluarganya. Hal itu diduga ada hubungannya dengan pria yang dia pilih untuk berkencan, yang diduga tidak direstui oleh sang Ayah.

Setelah mengetahui hal-hal tersebut, tampaknya agak masuk akal, jika tak seorangpun menyadari bahwa Joyce Carol Vincent telah menemui ajalnya didalam apartemennya, sebelum jasadnya ditemukan dua tahun kemudian.

Penyebab Kematian Joyce Carol Vincent
Ketika jasadnya ditemukan, tubuh Joyce tampak terbujur di lantai apartemennya. Sementara tangannya masih memegang tas belanjaan. Karena sebagian besar jasadnya sudah menjadi tulang belulang, sehingga jasadnya hanya bisa diidentifikasi melalu catatan gigi.

Proses penyelidikan juga berlangsung cukup lama. Meski pada akhirnya, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa Joyce Carol Vincent meninggal karena sebab alami, hal itu berdasarkan hasil penyelidikan yang tidak menemukan tanda-tanda tindak kriminal pada jasad Joyce.

Mereka juga mendapatkan laporan bahwa Joyce Carol Vincent menderita penyakit asma sehingga muncul spekulasi bahwa, serangan asma mendadak mungkin telah menyebabkan kematiannya.

Jika diingat kembali, dia juga pernah sempat dirawat di rumah sakit selama dua hari karena penyakit tukak lambung.

Meskipun, kaitan antara asma dan penyakit tukang lambung memang tidak sepenuhnya jelas. Namun, salah satu gejala tukak lambung adalah sulitnya melakukan pernafasan. Hal tersebut akan memicu munculnya gejala asma dan bahkan bisa memperparahnya. Hal inilah yang mungkin terjadi pada Joyce pada saat-saat terakhirnya.

Pasca Kematian Joyce Carol Vincent


Pada akhirnya kisah hidup Joyce Carol Vincent diabadikan dalam sebuah film yang berjudul Dreams of a Life, yang ditulis dan disutradarai oleh Carol Morley dengan Zawe Ashton yang sekaligus berperan sebagai Joyce, diketahui bahwa film ini dirilis pada tahun 2011 lalu.

Sebelum itu, Morley telah mencari keberadaan dari orang-orang yang pernah mengenal sosok Joyce untuk mewawancarai mereka. Menurut mereka, Joyce merupakan seorang wanita yang cantik dan cerdas, dia juga aktif secara sosial.

Diketahui pula bahwa selama hidupnya, ia pernah bertemu dengan tokoh-tokoh terkenal seperti Nelson Mandela, Ben E. King, Gil Scott-Heron, dan Betty Wright, dia juga pernah berbicara dengan Isaac Hayes, meski hanya melalui sambungan telepon. Dan lebih dari itu, dia juga pernah makan malam bersama dengan Stevie Wonder, meskipun dia sendiri tidak menyadarinya.

Sampai sini, tak ada lagi hal yang bisa diceritakan mengenainya. Kasus kematian Joyce Carol Vincent pun sudah terselesaikan dan jasadnya pun sudah dimakamkan dengan layak.

Rest In Peace!



Show comments
Hide comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar