London Beer Flood: Bencana Banjir Miras yang Terjadi di London Pada Tahun 1814

By: Berawan Blogger - Oktober 08, 2023

Baca Juga

Daftar Isi [Tampilkan]

Banjir merupakan suatu bencana yang cukup sering terjadi di beberapa wilayah di dunia ini. Penyebabnya sangat beragam, mulai dari curah hujan yang tinggi, air sungai yang meluap, tsunami, hingga tersumbatnya saluran air yang disebabkan oleh tumpukan sampah.

Tetapi tahukah anda? Pada tanggal 16 Oktober 1814 silam, London pernah dilanda oleh bencana banjir yang disebabkan oleh tumpahan cairan alkohol yang sangat banyak!

Kenapa bisa begitu?

London Kebanjiran Miras


Titik awal dimulainya bencana ini adalah dari sebuah pabrik pembuatan bir "Meux and Company Brewery" milik seorang pengusaha yang bernama Henry Meux. Tempat itu diketahui berlokasi di Tottenham Court Road, dan merupakan salah satu dari dua pabrik pembuatan bir terbesar di London (satunya adalah Whitbread).

Di ketahui bahwa Henry Meux telah membangun beberapa Tong besar berbahan kayu, yang disatukan dengan 29 sabuk besi untuk memperkuatnya. Tong tersebut memiliki tinggi 22 kaki dengan lebar sekitar 60 kaki, yang diperkirakan mampu untuk menampung sekitar 135.000 galon. Setiap tong telah diisi dengan racikan Porter. Untuk sekedar informasi, Porter merupakan miras khas London yang paling populer dikota itu.


Kemudian, pada pukul 4:30 sore di tanggal 17 Oktober 1814, seorang pekerja gudang yang bernama George Crick, melihat bahwa salah satu sabuk besi yang mengelilingi salah satu tong telah terlepas. Meskipun Crick sempat memberitahu atasannya tentang hal itu. Namun, dia hanya diberitahu untuk menuliskan catatan kepada "seorang tukang" untuk memperbaikinya nanti.

Satu jam setelah kehilangan salah satu sabuknya, tong tersebut tiba-tiba meledak dan menumpahkan cairan miras yang ditampungnya. Kekuatan yang dihasilkan dari tumpahan tersebut begitu kuat, sehingga menyebabkan tong-tong yang lain ikut menjadi runtuh. Akibatnya, lebih dari 380.000 galon cairan miras tumpah. 

Tumpahan miras yang banyaknya tidak main-main itu kemudian menyebabkan dinding belakang pabrik bir tersebut menjadi runtuh. Lebih dari itu, bahkan ada beberapa batu bata yang sampai terlempar ke atas, lalu jatuh dan mendarat di atap rumah-rumah di wilayah Great Russell Street.

Meskipun lokasi pabrik itu bisa dibilang agak terpencil, tetapi daerah yang berada tepat di depannya memiliki jumlah penduduk yang padat. Tumpahan bir langsung mengalir ke pusat pemukiman St. Giles layaknya sebuah banjir bandang, dan menyebabkan kerusakan besar.

Selain menyebabkan beberapa bangunan runtuh secara total. Banjir bir tersebut juga diketahui telah menyebabkan 8 orang kehilangan nyawa mereka.

Kisah Para Korban Banjir Bir


Gelombang banjir bir dengan ketinggian sekitar 15 kaki telah menyapu New Street, di mana gelombang banjir tersebut telah menyebabkan hancurnya dua rumah dan menyebabkan dua rumah lainnya mengalami kerusakan. 

Malangnya, pada salah satu rumah terdapat seorang anak perempuan berusia empat tahun yang bernama Hannah Bamfield, tengah minum teh bersama dengan ibunya dan soerang anak lain. Gelombang banjir bir telah menyeret ibunya Hannah dan anak yang satunya, tetapi Hannah tidak selamat dalam kejadian itu. 

Sementara itu, di rumah lain milik keluarga Irlandia tengah diadakan upacara pemakaman untuk seorang anak laki-laki berusia dua tahun. Diketahui bahwa, ibu dari anak tersebut yang bernama Anne Saville, serta empat orang hadirin lainnya juga ikut terbunuh. 

Di tempat lain, banjir bir telah merenggut nyawa seorang pelayan Tavistock Arms yang masih remaja, dia bernama Eleanor Cooper. Dia tewas setelah terkubur di bawah reruntuhan dinding, ketika sedang mencuci panci di halaman pub. 

Dan disebuah rumah yang berlokasi di New Street, telah ditemukan jasad seorang anak berusia 3 tahun, yang diketahui sebagai Sarah Bates. 

Lahan di sekitar wilayah tersebut memang berupa dataran rendah yang datar. Ditambah lagi dengan sistem drainasenya yang tidak memadai, sehingga banjir bir jadi mengalir ke basement bangunan, yang banyak di antaranya masih berpenghuni pada saat itu. Para penduduk terpaksa harus memanjat keatas perabotan agar tidak tenggelam.

Menurut laporan, para pekerja di pabrik bir tersebut berhasil selamat, meskipun ada tiga orang pekerja yang mengalami luka-luka akibat tertimbun reruntuhan; seorang pengawas dan salah seorang pekerja harus dilarikan ke Rumah Sakit Middlesex, bersama dengan tiga orang itu.

Berikut ini adalah rincian korban jiwa yang diakibatkan oleh gelombang banjir bir London:

  • Eleanor Cooper (14 tahun)
  • Mary Mulvey (30 tahun)
  • Thomas Murry (3 tahun) yang merupakan putra dari Mary Mulvey 
  • Hannah Bamfield (4 tahun)
  • Sarah Bates (3 tahun)
  • Ann Saville (60 tahun)
  • Elizabeth Smith (27 tahun)
  • Catherine Butler (65 tahun)

Pasca Banjir Bir London


Menurut beberapa sumber, ada banyak orang yang dengan antusias segera turun ke jalan dengan membawa serta panci, teko dan gelas berukuran besar. Kemudian, mereka semua berusaha untuk menciduk sebanyak mungkin cairan miras gratis yang masih mengalir di jalanan pada saat itu.

Situasinya telah menjadi lebih kacau, sebab banyak orang yang malah berpesta miras di jalanan dan mempersulit upaya penyelamatan para korban luka-luka dan meninggal. Diperlukan waktu selama beberapa jam sampai para petugas berhasil mengevakuasi para korban untuk kemudian dibawa ke rumah sakit.

Tetapi masalah belum selesai sampai disini, tumpahan cairan bir telah meninggalkan bau menyengat yang konon berlangsung selama berminggu-minggu. Dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membereskan masalah lain yang masih tersisa.

Pabrik Bir Meux and Company pada akhirnya dituntut di pengadilan, walaupun mereka berhasil lolos dari tuntutan setelah hakim memutuskan bahwa bencana ini tidak disebabkan karena unsur kesengajaan.

Meskipun telah lolos dari tuntutan, perusahaan pemilik pabrik bir tersebut telah merugi sebesar £23.000 (kalau sekarang mungkin setara dengan £1,25 juta). Namun, setelah mengajukan petisi pribadi, mereka akhirnya bisa memperoleh kompensasi sebesar ₤7.250 (di masa kini setara dengan ₤400.000) sehingga terhindar dari kebangkrutan.

Bencana banjir yang "agak beda" ini juga telah bertanggung jawab atas dihentikannya penggunaan tong fermentasi kayu (secara bertahap) untuk kemudian digantikan dengan tong berlapis beton. 

Show comments
Hide comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar